i love to…

August 30, 2009

I love to put u in to a poet.
Karena,km tak sekedar sahabat bg ilalang..
Km tak sekedar pendamping secangkir teh di pagi hari..
Km melebihi berbungkus2 coklat yg kulahap dkala sedih dan gundah.
Km adalah hati..

I love to let u in to a poet..
Krna,tnp permisi pun km sudah berada dsana..tanpa ku pinta..
Krna,Tanpa ku paksa pun km tetap dsana…
Dgn keindahanmu..
Krn km adalah rasa…

I love to define u in to a poet
Krn warna2mu yg tak hanya satu..
Krn senyummu tak hanya sesekali..
Krn tangismu yg datang lalu pergi dan dtg lagi..
Krn marahmu yg sesaat meledak lalu mereda lg, kmudian terpacu lg..
Krn kamu..kamu adl cinta..
Dan aku suka mengimajinasikanmu dlm perspektif apapun..
Yes,because u’re my perfectly love…

Thx mom, thx daddy, oh u tøo my dear brother.. And,yes u, my man! ^_^

diam

August 30, 2009

sshh..

diamlah sejenak..
dan dengarkan baik-baik..
suara detak jantungmu.. detak nadimu..
bahkan.. desahan setiap tarikan nafasmu..

sshhh..
diamlah..
just stop talking.. just stop asking..
just shut up.. be quite..

dengarkanlah, detak waktu yg mulai menjauhimu..
diam.. diamlah!
sebentar saja…
berikanlah kesempatan pada jantungmu, nadimu… paru-parumu.
untuk berdetak..bersuara dalam nurani.. bernada untukmu..

in the front of corner

August 30, 2009

Tersenyumlah..
Aku
Aku senang melihatmu begitu..

Masih,
Termenung Dikursi yg sama..
Menopang wajah diatas Meja yg brhambur kertas-kertas

Secangkir latte..
Sebungkus coklat
Hectic days…

Berhambur menyambut menemaniku yg meletih..

Diantaranya,
Sesekali,ku dengar suaramu
Sesekali,ku rasa gerakan tubuhmu yg berlari..
Aromamu,
Senyum simpul yg aneh..

I never found a fake of smile out there…
U are simply ordinary ‘thing’
A thing that i can find out easily when i need a corner to take me out from those shitty faking-smiles.

Senyum itu..
Yg selalu ku curi dari sudut ini..

Ayo,tersenyumlah.. Lagi.. Lagi.. Dan lagi..
Karena
Aku masih tetap ada disitu
Di tempat yg sama
Di kursi yg sama
Menatapmu..
Spt biasa..

matahariku

August 30, 2009

Sang ilalang enggan merentang garis2 vertikalnya..
Dia hanya tertunduk dan memilih diam..
Mengacuhkan ajakan semilir angin untuk berdendang..
Membiarkan suara jangkrik pada komposisi harmoninya..

“endapkan aku pada metafora!”,teriaknya..
Dan Ilalang pun tertunduk melayu pada satu masa..
Momento dimana padang ilalang yg penuh cahaya beralih menjadi gelap dan dingin.

“aku rindu matahariku..dan akan selalu bgitu..”..

Ya..dia bgtu merindukan mataharinya..hingga sesaat malam datang pun baginya penuh duka..

dan ketika matahariny muncul di ufuk sana.. sebuah momento dimana cahaya bermunculan, dan air pun bergemilang selaksa berlian

IlalangPun kembali tersenyum ceria..

Berdendang bernyanyi bersama angin dan jangkrik yg merayu..

“matahariku..tetaplah disitu..untukku”

dear vanilla

August 30, 2009

Aku tau,
Life isnt easy
But it always beautiful

I knoooww..
I see..

Tapi..
Untuk saat ini,
Aku tidak bisa berkomentar apa-apa

Hanya ingin..
Diam..
Diam…
Dan diam saja..

Menyatu dalam sepi..

Seperti hampir tiap malam yang ku habiskan diruangan yang dingin..

Aku tidak merasa hampa

Namun,
Aku hanya ingin tidak diganggu beberapa saat
Oleh setiap teori,logika..
Serta realita yang berkelebat di mata,telinga,pikiran..
Dan..
Di hati

Dan,
Kurangkum semuanya..
Semuanya..
Ya..
Segala-galanya..
Ke dalam cangkir ini..

Cangkir yang akan menampung semua yg sudah kulewati,kurasakan..ku tangisi,dan, ku tertawakan..
Dalam serbuk coklat yang akan menyatu dengan air panas yg telah ku siapkan sebelumnya..

Dear vanilla,
Maukah kamu menyatu dan memberi rasa pada secangkir coklat panas yang kubuat barusan?

My vanilla,not yours

Buku Harianku

August 30, 2009

Pada akhirnya, aku membuka buku ini untuk kemudian kututup kembali rapat-rapat. Ingin ku gurat lagi setiap lembarannya dgn pena bertinta ini.. Serta, melukis setiap detail yg terpahat disini.. Namun, setiap satu guratan ku tinggalkan di atasnya, satu luka pula yg ku buka… aku ingin sekali lagi, membiarkan jemariku menari di atas lembarannya.. Melukis setiap detailnya.. Wajahku, hatiku.. jiwaku… Namun, sesuatu yg ada di dlm diriku menolaknya.. Dan membiarkan guratan2 tak nampak seutuhnya.. Membiarkan setiap hati meraba dan membaca sekenanya.. Buku itu.. Ku dekap saja. Tanpa harus penaku yg berbicara di dalamnya.. Dan setiap detail wajah,hati dan jiwa ku, cukuplah terlukis di altar kehidupan. Walapun pd akhrnya, hanya akan bersisa pd ribuan duka..

Hello world!

August 2, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!